Pekerja Micron Taiwan Ancam Aksi Industrial

Sekitar 80% anggota serikat pekerja Micron Taiwan menuntut skema bagi hasil baru di tengah ancaman gangguan pasokan memori global.

Pekerja di fasilitas manufaktur Micron Taiwan kini tengah bersiap melakukan negosiasi tenaga kerja formal. Berdasarkan survei terbaru, sekitar 80% anggota serikat pekerja mendukung aksi industrial karena merasa tidak puas dengan struktur bonus saat ini.

Serikat menuntut Micron mengganti sistem Incentive Pay Plan dengan skema bagi hasil. Saat ini, bonus tahunan dibatasi maksimal 200% dari target. Mediasi formal dijadwalkan mulai pertengahan September 2026, meski belum ada pemogokan hingga 31 Agustus 2026.

Hal ini krusial karena Taiwan menyumbang 60% produksi global Micron, termasuk memori HBM. Di tengah kenaikan harga memori ritel 2026 dan prediksi kelangkaan pasokan hingga 2030 dari SK hynix, stabilitas produksi raksasa DRAM ini sangat memengaruhi pasar.


Berita terkait

Micron Pamerkan Modul DDR5 512 GB Pertama di Dunia

Micron Taiwan Tawarkan Bonus NT$1 Juta ke Staf

Framework Turunkan Harga Laptop 13 Pro LPCAMM2

Pendapatan Enterprise SSD Melonjak 103,6% di Q2

Pekerja Micron Taiwan Ancam Mogok Kerja Massal