Google resmi meluncurkan satelit prototipe Project Suncatcher menggunakan roket SpaceX Falcon 9 pada 1 Oktober 2026. Proyek hasil kolaborasi dengan Planet ini membawa perangkat keras Tensor Processing Unit ke luar angkasa untuk menguji pusat data berbasis AI.
Satelit ini menguji ketahanan TPU terhadap radiasi, suhu ekstrem, dan beban guncangan hingga 100 g saat peluncuran. Google memanfaatkan orbit rendah Bumi karena panel surya di sana mampu menghasilkan energi delapan kali lebih besar dibandingkan dengan di darat.
Langkah ini bertujuan memindahkan kapasitas komputasi ke jejaring satelit di masa depan. Meski biaya peluncuran harus turun drastis hingga 200 dolar AS per kilogram, Google optimis pusat data orbital akan layak secara ekonomi pada pertengahan dekade 2030-an.