Mantan manajer produk EVGA, Brendon Ray Hedrick, mengungkap fakta mengejutkan terkait berakhirnya bisnis kartu grafis perusahaan pada 2022. Selama periode Pascal dan RTX generasi pertama, EVGA terpaksa menjual beberapa model GeForce dengan harga rugi.
Hedrick menjelaskan bahwa EVGA harus menawarkan kartu grafis sesuai harga awal NVIDIA demi menjaga alokasi GPU. Jika tidak dipenuhi, mereka takut pasokan dikurangi. Akibatnya, kartu murah tersebut selalu habis terjual meski perusahaan merugi secara finansial.
Persaingan makin berat karena NVIDIA juga menjual kartu Founders Edition miliknya sendiri. Ketergantungan penuh pada pasokan GPU NVIDIA dan tekanan harga ini menjadi alasan krusial mengapa EVGA akhirnya memilih hengkang dari pasar GPU global secara permanen.