Eric Gullichsen, mantan anggota Dewan Penasihat Teknis Nvidia, mengungkap sengketa opsi saham bersejarah. Pada 1993, ia menerima 25.000 opsi saham dengan harga eksekusi $0,05 per lembar, namun terdapat perbedaan data masa vesting antara dokumen dan surat CEO.
Gullichsen mengklaim 9.375 saham yang tersisa kini bernilai sekitar $1,01 miliar berkat pemecahan saham 480x. Meski CFO Marcel Gani mencatat 15.625 saham telah vest pada 1996, Nvidia menolak proposal penyelesaian terkait sengketa hak atas sisa saham tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan karena nilai valuasi Nvidia yang melonjak drastis. Walau Gullichsen adalah penemu paten penting yang menggunakan chip NV-1, faktor kedaluwarsa hukum menjadi kendala utama baginya untuk menuntut hak atas opsi saham bernilai triliunan ini.