baru saja mendaftarkan paten teknologi prediksi frame berbasis pada 15 Oktober lalu. Inovasi ini dirancang untuk mengurangi input lag pada fitur frame generation dengan memanfaatkan data input pemain guna memprediksi tampilan visual di layar selanjutnya.
Sistem ini bekerja dengan menghasilkan embedding dari frame pertama untuk menciptakan frame sintetis kedua. Teknologi ini menggunakan encoder untuk membaca frame, vektor gerak, serta input kontroler guna memprediksi beberapa opsi frame masa depan sekaligus.
Menariknya, paten ini menyertakan fallback non-AI untuk memitigasi kesalahan prediksi tanpa butuh hardware tambahan. Langkah ini memperkuat ekosistem teknologi upscaling Sony seperti PSSR dan QSSR guna menghadirkan pengalaman gaming yang jauh lebih responsif.