Saham anjlok drastis sekitar 29% ke level $65,76 pada hari Jumat setelah sebelumnya ditutup di angka $92,07. Meski pendapatan kuartal ketiga 2026 naik 21% menjadi $16,5 miliar dengan EPS $0,52, pasar bereaksi negatif terhadap proyeksi masa depan perusahaan.
Lini Data Center dan AI melonjak 78% ke $7,3 miliar, namun Client Computing Group turun 5%. Intel memprediksi pendapatan kuartal keempat hanya $15-$16 miliar, di bawah estimasi analis $17 miliar, dengan margin kotor non-GAAP yang menyusut menjadi sekitar 38%.
Kelesuan pasar PC global yang turun 20,1% berdampak besar, di mana Intel memprediksi penurunan berlanjut hingga 2027. Masalah operasional seperti penutupan pabrik di turut menekan, sementara CEO kini fokus memacu pasokan chip yang krusial.