Kiwoom Securities memproyeksikan penurunan kerugian operasional foundry Samsung sebesar 41,8 persen dalam setahun. Kerugian divisi non-memori diperkirakan menyusut dari 6,74 triliun won pada 2025 menjadi 3,92 triliun won atau 2,95 miliar dolar AS di 2026.
Hal penting lainnya adalah tingkat utilisasi node canggih 8nm ke bawah milik Samsung kini telah mencapai kapasitas maksimum. Selain itu, kerugian operasional kuartalan foundry diprediksi akan terus menyempit hingga menyentuh angka 777 miliar won atau 572 juta dolar.
Samsung kini mengandalkan solusi terintegrasi yang mencakup memori, manufaktur foundry, dan kemasan canggih. Dengan memproduksi base die HBM4 pada proses 4nm sendiri dan mengamankan kontrak akselerator AI kustom, posisi Samsung di pasar global kian menguat.