, , dan mulai memindahkan kembali kapasitas produksinya ke setelah sebelumnya sempat hengkang akibat sanksi AS. Langkah ini diambil karena biaya komponen PC melonjak drastis, terutama harga chip memori yang naik hingga 500 persen setahun.
Merek besar kini menggandeng manufaktur China seperti Luxshare dan Huaqin demi menekan biaya. Pemasok tradisional seperti Foxconn lebih fokus pada pusat data AI, sementara lini produksi baru di Thailand belum menguntungkan bagi operasional klien PC global.
Akses ke chip domestik CXMT di China menjadi kunci efisiensi biaya saat ini. CEO Acer Jason Chen menghadapi tantangan berat karena harga PCB juga naik, sementara upaya Anduril membuat laptop non-China justru diprediksi 20 persen lebih mahal bagi konsumen.