Valery Kryzhanovsky baru saja menguji build bocoran DLSS 5 pada game klasik rilisan 1996. Eksperimen ini menggunakan metode 4x Multipass untuk menerapkan algoritma DLSS 5 sebanyak empat kali pada frame DOSBox melalui ReShade dengan bantuan RenoDX.
Pembaca perlu tahu bahwa build DLSS 5 yang bocor ini disebut masih kurang terlatih atau undertrained oleh Kryzhanovsky. Meski begitu, mengklaim model terbaru ini punya performa 2x lebih cepat dan ukuran footprint yang 24% lebih kecil dari sebelumnya.
Langkah ini menarik karena DLSS 5 dirancang untuk core guna meningkatkan kualitas visual. Sebelumnya, Kryzhanovsky juga menguji teknologi ini pada game 2D seperti Pac-Man, membuktikan potensi upscaling canggih Nvidia bahkan untuk judul game retro.